Desa Wisata Bonjeruk di Lombok Tengah Sajikan Pesona Sejarah, Agrowisata, dan Kuliner Tradisional
Kabupaten Lombok Tengah di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak hanya dikenal melalui kawasan wisata Mandalika. Daerah ini juga memiliki sejumlah desa wisata yang menawarkan pengalaman berbeda, salah satunya Desa Wisata Bonjeruk di Kecamatan Jonggat. Destinasi ini menghadirkan perpaduan antara warisan sejarah, kehidupan pedesaan yang masih alami, agrowisata, serta kekayaan kuliner tradisional yang tetap dilestarikan masyarakat setempat.
Desa Bonjeruk menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang sekaligus mengenal budaya lokal secara lebih dekat. Beragam aktivitas dapat dilakukan di desa ini, mulai dari menyusuri bangunan bersejarah, menikmati panorama persawahan, hingga mencicipi makanan khas Lombok yang disajikan langsung oleh warga.
Desa Bonjeruk Menyimpan Jejak Sejarah Sejak Masa Hindia Belanda
Salah satu daya tarik utama Desa Bonjeruk adalah nilai sejarah yang masih terlihat hingga saat ini. Berdasarkan informasi dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, kawasan tersebut pernah menjadi pusat pemerintahan kedistrikan pada masa Hindia Belanda.
Status tersebut membuat Bonjeruk memiliki sejumlah bangunan tua yang masih mempertahankan arsitektur bergaya Eropa. Bangunan-bangunan itu menjadi bukti perkembangan kawasan pada masa kolonial dan kini menjadi bagian dari daya tarik wisata sejarah yang dimiliki desa.
Wisatawan dapat menemukan berbagai rumah tua dengan karakter arsitektur khas kolonial yang masih berdiri di beberapa sudut desa. Keberadaan bangunan tersebut memberikan gambaran mengenai perjalanan sejarah Bonjeruk sebagai salah satu wilayah administratif penting pada masanya.
Selain bangunan bersejarah, terdapat sebuah gapura ikonik bertuliskan “Bondjeroek den 10 Mei” disertai angka tahun 1933. Gapura tersebut menjadi pintu masuk menuju kawasan permukiman lama dan hingga kini masih menjadi salah satu objek yang paling sering diabadikan wisatawan.
Keberadaan peninggalan sejarah tersebut memperkuat identitas Desa Bonjeruk sebagai destinasi wisata budaya yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga nilai edukasi bagi pengunjung.
Suasana Pedesaan yang Asri Menjadi Daya Tarik Wisata Alam
Di luar kekayaan sejarahnya, Desa Bonjeruk menawarkan panorama pedesaan yang masih alami. Hamparan sawah hijau, kebun milik warga, pepohonan rindang, serta udara yang relatif sejuk menciptakan suasana yang nyaman bagi wisatawan.
Lingkungan desa yang masih terjaga membuat pengunjung dapat menikmati pengalaman wisata yang berbeda dibandingkan kawasan wisata perkotaan. Aktivitas masyarakat yang masih didominasi sektor pertanian juga menghadirkan nuansa autentik yang menjadi daya tarik tersendiri.
Banyak wisatawan memilih berjalan kaki atau bersepeda untuk menikmati keindahan desa sambil berinteraksi langsung dengan masyarakat. Cara tersebut memberikan kesempatan untuk mengenal kehidupan sehari-hari warga sekaligus menikmati lanskap alam yang khas.
Agrowisata Memberikan Pengalaman Langsung Bersama Petani
Desa Bonjeruk turut mengembangkan sektor agrowisata sebagai bagian dari upaya meningkatkan potensi ekonomi masyarakat. Konsep wisata ini memungkinkan pengunjung ikut merasakan aktivitas pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga.
Wisatawan dapat mengunjungi area persawahan, melihat proses budidaya tanaman, hingga belajar mengenai sistem pertanian yang diterapkan masyarakat setempat. Pada musim tertentu, pengunjung juga dapat memetik buah langsung dari kebun milik warga.
Pengalaman tersebut tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memperkenalkan pentingnya sektor pertanian dalam kehidupan masyarakat Lombok Tengah. Aktivitas agrowisata juga dinilai mampu memperkuat hubungan antara wisatawan dengan masyarakat lokal melalui interaksi yang lebih dekat.
Selain menjadi sarana edukasi, agrowisata memberikan nilai tambah bagi desa karena mampu menciptakan sumber pendapatan baru tanpa menghilangkan karakter asli kawasan.
Pasar Bambu Menjadi Pusat Kuliner dan Produk Lokal
Salah satu lokasi yang wajib dikunjungi saat berada di Desa Bonjeruk adalah Pasar Bambu. Pasar ini dikembangkan sebagai ruang promosi bagi produk kuliner, hasil pertanian, dan kerajinan masyarakat setempat.
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bersama warga desa terus mengembangkan pasar tersebut agar menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan. Konsep yang mengutamakan produk lokal membuat pengunjung dapat menikmati berbagai makanan tradisional dengan cita rasa autentik.
Selain menjadi tempat berburu kuliner, Pasar Bambu juga menjadi ruang interaksi antara wisatawan dan pelaku usaha mikro di desa. Kehadiran pasar ini turut membantu memperluas pemasaran produk lokal sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Nasi Ayam Merangkat Menjadi Kuliner Khas yang Wajib Dicoba
Di antara berbagai hidangan yang tersedia, Nasi Ayam Merangkat menjadi salah satu menu yang paling banyak dicari wisatawan. Makanan tradisional ini memiliki nilai budaya karena biasanya hanya disajikan dalam acara hajatan atau perayaan sebagai simbol rasa syukur.
Kini, hidangan tersebut dapat dinikmati wisatawan sebagai bagian dari pengalaman wisata kuliner di Desa Bonjeruk. Cita rasanya dikenal kaya akan rempah dengan sensasi pedas yang menjadi ciri khas masakan Lombok.
Bagi pengunjung yang tidak terbiasa mengonsumsi makanan pedas, tingkat kepedasan dapat disesuaikan sesuai selera. Fleksibilitas tersebut membuat kuliner khas ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan wisatawan.
Selain Nasi Ayam Merangkat, wisatawan juga dapat menemukan aneka jajanan tradisional yang dibuat menggunakan resep turun-temurun. Kehadiran kuliner lokal menjadi salah satu cara masyarakat menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan gastronomi daerah kepada pengunjung.
Pariwisata Berbasis Masyarakat Jadi Kekuatan Desa Bonjeruk
Pengembangan Desa Wisata Bonjeruk mengedepankan konsep pariwisata berbasis masyarakat atau community-based tourism. Dalam konsep ini, masyarakat menjadi pelaku utama dalam mengelola potensi wisata yang dimiliki desa.
Warga terlibat dalam penyediaan homestay, layanan pemandu wisata, usaha kuliner, hingga penjualan produk kerajinan. Keterlibatan tersebut membuat manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pendekatan ini juga membantu menjaga keaslian budaya dan lingkungan karena pengembangan destinasi dilakukan dengan mempertimbangkan nilai-nilai lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Desa Bonjeruk Berpotensi Menjadi Destinasi Wisata Unggulan Lombok Tengah
Dengan perpaduan wisata sejarah, keindahan alam, agrowisata, dan kuliner tradisional, Desa Wisata Bonjeruk memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai salah satu destinasi unggulan di Lombok Tengah.
Keberadaan bangunan bersejarah, aktivitas pertanian yang masih berjalan, serta kekayaan budaya masyarakat memberikan pengalaman wisata yang berbeda dibandingkan destinasi lain di Pulau Lombok. Wisatawan tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai sejarah dan kehidupan masyarakat setempat.
Apabila pengembangan infrastruktur, promosi, serta pelestarian budaya terus dilakukan secara berkelanjutan, Desa Bonjeruk berpeluang menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Destinasi ini sekaligus dapat menjadi contoh pengembangan desa wisata yang mampu menggabungkan pelestarian warisan budaya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.
Baca Juga “Banyak yang Nggak Tau, Nih 5 Rekomendasi Wisata Bandar Lampung yang Wajib Dikunjungi“