Pemkot Depok Dukung Pengembangan Wisata Religi At-Thohir

Pemkot Depok

Pemkot Depok Dukung Pengembangan Kawasan Wisata Religi Masjid At-Thohir dengan Museum Peradaban Islam

Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, menyambut baik rencana pengembangan kawasan wisata religi Masjid Jami’ At-Thohir yang akan menghadirkan Museum Peradaban Islam serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Pemerintah daerah menilai pengembangan tersebut dapat memperkuat sektor pariwisata religi dan meningkatkan daya tarik Kota Depok sebagai salah satu tujuan wisata di wilayah Jabodetabek.

Baca Juga “Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027

Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok menyatakan dukungannya terhadap upaya pengelola kawasan dalam memperluas fungsi Masjid Jami’ At-Thohir. Selain menjadi tempat ibadah, kawasan tersebut diarahkan menjadi destinasi yang menggabungkan unsur religi, edukasi, sejarah, dan wisata keluarga.

Kepala Disporyata Kota Depok, Eko Herwiyanto, mengatakan pengembangan kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Menurutnya, keberadaan fasilitas baru akan memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi masyarakat yang datang ke kawasan Masjid Jami’ At-Thohir.

Museum Peradaban Islam Jadi Fasilitas Utama Pengembangan Kawasan

Eko menjelaskan bahwa pembangunan Museum Peradaban Islam menjadi salah satu bagian penting dalam rencana pengembangan kawasan wisata religi At-Thohir. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi pusat edukasi mengenai sejarah dan perkembangan peradaban Islam.

Menurutnya, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi sejarah, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat. Kehadiran fasilitas edukatif seperti museum dinilai mampu menarik lebih banyak pengunjung dari berbagai daerah.

Selain museum, pengelola kawasan juga merencanakan penambahan sejumlah fasilitas pendukung. Salah satunya adalah pembangunan hotel yang bertujuan meningkatkan kenyamanan wisatawan yang ingin berkunjung dalam waktu lebih lama.

“Kami dari Disporyata sangat mengapresiasi dan mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Yayasan Mochammad Thohir yang mengelola kawasan destinasi wisata berbasis religi ini,” ujar Eko.

Ia menilai kombinasi antara masjid, museum, fasilitas penginapan, dan fasilitas pendukung lainnya dapat menjadikan kawasan At-Thohir sebagai destinasi wisata religi yang lebih menarik.

Pengembangan Wisata Religi Dinilai Perkuat Potensi Pariwisata Depok

Pemkot Depok melihat wisata religi sebagai salah satu sektor yang memiliki peluang untuk terus berkembang. Selain menawarkan nilai spiritual, wisata religi juga memiliki potensi ekonomi melalui aktivitas wisata, usaha masyarakat, serta sektor pendukung lainnya.

Kawasan Masjid Jami’ At-Thohir dinilai memiliki daya tarik karena menggabungkan unsur arsitektur, kegiatan keagamaan, dan rencana pengembangan fasilitas modern. Dengan pengelolaan yang baik, kawasan ini dapat menjadi salah satu ikon wisata baru di Kota Depok.

Pengembangan destinasi berbasis religi juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperluas pilihan wisata bagi masyarakat. Selama ini, Depok dikenal sebagai kota penyangga Jakarta yang memiliki potensi wisata perkotaan, kuliner, budaya, dan edukasi.

Melalui pengembangan kawasan At-Thohir, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi ibadah, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial dan pembelajaran.

Akses Transportasi Menjadi Perhatian dalam Pengembangan Kawasan

Selain pembangunan fasilitas wisata, Pemkot Depok juga menyoroti pentingnya peningkatan akses menuju kawasan Masjid Jami’ At-Thohir. Kemudahan transportasi menjadi faktor penting untuk memastikan destinasi tersebut dapat dijangkau oleh lebih banyak wisatawan.

Eko menyebut pengelola kawasan telah menyampaikan harapan terkait dukungan akses transportasi kepada pemerintah daerah. Menurutnya, akses yang mudah akan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan jumlah kunjungan.

Pemerintah Kota Depok akan melakukan koordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk membahas kebutuhan tersebut. Koordinasi diperlukan karena pengembangan transportasi melibatkan berbagai pihak dengan kewenangan berbeda.

“Terkait harapan dukungan dari Pemerintah Kota Depok, tadi ada akses transportasi, baik dalam skala kota maupun antarkota, termasuk mungkin terkait LRT dan sebagainya. Kami tidak bisa sendiri, kami akan berkoordinasi dengan perangkat daerah lainnya,” kata Eko.

Menurutnya, konektivitas transportasi menjadi bagian penting dalam pengembangan destinasi wisata modern. Wisatawan cenderung memilih lokasi yang mudah diakses melalui berbagai moda transportasi.

Pemkot Depok Siapkan Koordinasi dengan Pemerintah Pusat

Selain dukungan dalam lingkup pemerintah daerah, beberapa kebutuhan pengembangan kawasan At-Thohir juga kemungkinan berkaitan dengan kewenangan pemerintah pusat. Untuk itu, Pemkot Depok akan mengikuti mekanisme yang berlaku dalam mengajukan dukungan.

Eko menjelaskan bahwa kebutuhan yang berada di luar kewenangan pemerintah kota akan dikoordinasikan melalui jalur yang sesuai. Langkah tersebut dilakukan agar rencana pengembangan dapat berjalan secara terarah dan melibatkan pihak yang tepat.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan pemerintah pusat dinilai menjadi faktor penting untuk mewujudkan kawasan wisata religi yang berkelanjutan.

Masjid At-Thohir Berpotensi Menjadi Destinasi Religi Unggulan

Dengan adanya rencana pembangunan Museum Peradaban Islam, fasilitas akomodasi, serta peningkatan aksesibilitas, kawasan Masjid Jami’ At-Thohir memiliki peluang untuk berkembang menjadi destinasi wisata religi unggulan di Depok.

Pengembangan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga menciptakan ruang edukasi dan aktivitas ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ke depan, keberhasilan kawasan wisata religi At-Thohir akan bergantung pada sinergi berbagai pihak dalam menjaga kualitas fasilitas, memperluas akses, dan menghadirkan pengalaman wisata yang menarik bagi pengunjung.

Pemkot Depok berharap pengembangan ini dapat memperkuat posisi kota tersebut dalam sektor pariwisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat secara luas.

Baca Juga “Ini 15 Provinsi Prioritas Pengembangan Destinasi Wisata Ramah Muslim di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *