Libur Panjang Idul Adha, Kota Tua Jakarta Tetap Jadi Favorit Wisata Keluarga
Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta kembali dipadati pengunjung selama libur panjang Idul Adha 1447 Hijriah. Destinasi bersejarah di Jakarta Barat itu masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk berlibur bersama keluarga karena menawarkan wisata murah, edukatif, dan mudah dijangkau.
Sejak pagi hari, ribuan wisatawan terlihat memenuhi sejumlah area ikonik di Kota Tua. Pengunjung datang dari berbagai daerah di Jabodetabek hingga luar kota untuk menikmati suasana liburan sambil mengunjungi bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda.
Wisata Sejarah dan Hiburan Keluarga Jadi Daya Tarik Utama
Beragam aktivitas wisata menjadi alasan pengunjung tetap memilih Kota Tua sebagai lokasi liburan keluarga. Selain menikmati suasana kawasan heritage, wisatawan juga dapat mencoba sepeda hias warna-warni, berfoto bersama cosplayer bertema pahlawan dan noni Belanda, hingga berburu kuliner khas dan cendera mata.
Baca Juga “Objek wisata Jatiluwih raih penghargaan Asian Tourism & Hospitality Awards 2025-2026“
Fauzi, wisatawan asal Tangerang, mengaku dirinya sudah beberapa kali datang ke Kota Tua bersama keluarga. Namun, ia menilai kawasan tersebut tetap menarik untuk dikunjungi setiap musim liburan.
“Kalau ke Kota Tua sih sudah lumayan sering. Ini sama istri sama anak juga,” kata Fauzi saat ditemui di kawasan Kota Tua, Kamis (28/5/2026).
Menurut Fauzi, faktor akses transportasi yang mudah dan biaya wisata yang relatif terjangkau menjadi alasan utama dirinya memilih Kota Tua dibanding destinasi lain di Jakarta.
Ia menilai kawasan tersebut cocok untuk wisata keluarga karena menyediakan banyak hiburan ramah anak dengan harga yang tidak memberatkan pengunjung.
“Tempatnya enak buat anak-anak. Ada banyak permainan, sepeda, dan macam-macam hiburan lainnya. Harganya juga masih terjangkau,” ujarnya.
Pengunjung Manfaatkan Liburan untuk Rekreasi dan Edukasi Anak
Selama berada di Kota Tua, Fauzi bersama keluarga sempat mencoba sejumlah aktivitas wisata. Salah satunya menaiki sepeda hias yang menjadi ikon kawasan tersebut.
“Tadi kita sudah coba naik sepeda, lalu ke bagian belakang cari baju-baju khas Kota Tua buat belanja,” katanya.
Selain menjadi tempat rekreasi, Kota Tua juga dinilai memiliki nilai edukasi bagi anak-anak. Kawasan ini menyimpan berbagai bangunan bersejarah yang dapat menjadi sarana mengenalkan sejarah Jakarta kepada generasi muda.
Beberapa bangunan yang sering dikunjungi wisatawan antara lain Museum Fatahillah, Museum Wayang, dan Museum Bank Indonesia. Ketiga lokasi tersebut menjadi bagian penting dari kawasan cagar budaya Kota Tua Jakarta.
Kawasan Kota Tua memang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata sejarah paling populer di ibu kota. Selain memiliki nilai budaya, area ini juga sering menjadi pusat kegiatan seni dan pertunjukan komunitas saat akhir pekan maupun musim liburan nasional.
Pengunjung Harap Fasilitas Kota Tua Terus Ditingkatkan
Meski tetap diminati wisatawan, sejumlah pengunjung berharap pemerintah terus meningkatkan fasilitas umum di kawasan Kota Tua. Salah satu kebutuhan yang dianggap penting ialah penambahan area teduh untuk pengunjung.
Fauzi mengaku cuaca panas membuat wisatawan kesulitan mencari tempat berteduh, terutama saat kawasan mulai dipadati pengunjung pada siang hari.
“Mungkin tempat teduhnya bisa lebih dibanyakin lagi. Soalnya kalau panas agak susah cari tempat berteduh,” ujarnya.
Peningkatan fasilitas dinilai penting untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus mendukung Kota Tua sebagai destinasi wisata unggulan Jakarta. Dengan perbaikan sarana dan pengelolaan kawasan yang lebih baik, Kota Tua diperkirakan tetap menjadi pilihan favorit masyarakat saat musim liburan panjang.
Baca Juga “Bhabinkamtibmas Polsubsektor Kandeman Sambangi Obyek Wisata Pantai Ujungnegoro, Sampaikan Imbauan Kamtibmas“