Chef Indonesia di Eropa Perkenalkan Kuliner Nusantara Lewat Kolaborasi Internasional
Kuliner Indonesia terus berupaya memperluas pengaruhnya di pasar global. Meski dikenal memiliki kekayaan rempah dan cita rasa yang kompleks, masakan Nusantara masih menghadapi tantangan untuk mendapatkan popularitas setara dengan kuliner Jepang, Thailand, Vietnam, maupun India di Eropa dan Amerika Serikat.
Upaya memperkenalkan masakan Indonesia ke panggung internasional kembali dilakukan melalui kolaborasi lintas negara yang melibatkan chef Indonesia dari Asia dan Eropa. Inisiatif ini tidak hanya menghadirkan pengalaman kuliner baru bagi masyarakat internasional, tetapi juga menjadi sarana diplomasi budaya melalui makanan.
baca juga”Investor Prioritaskan Prinsip ESG di Pariwisata Berkelanjutan“
Kolaborasi Restoran Indonesia di Jakarta, Amsterdam, dan Brussels
Restoran Semaja yang berbasis di Menteng, Jakarta Pusat, menggandeng dua restoran Indonesia di Eropa untuk menyelenggarakan rangkaian jamuan kuliner pada Mei 2026. Kolaborasi tersebut berlangsung di Ron Gastrobar Indonesia, Amsterdam, Belanda, serta Batavia Restaurant di Brussels, Belgia.
Meski beroperasi di negara berbeda, ketiga restoran memiliki visi yang sama, yaitu menghadirkan masakan Indonesia yang berakar pada tradisi, namun dikemas dengan teknik modern yang relevan bagi selera internasional.
CEO Ismaya Group, Bram Hendrata, menjelaskan bahwa kolaborasi ini mempertemukan Chef Glenn Erari dari Semaja dengan Chef Agus Hermawan, seorang diaspora Indonesia yang dikenal luas sebagai promotor kuliner Nusantara di Eropa.
Menurut Bram, kedua chef memiliki pendekatan berbeda dalam mengolah makanan Indonesia, tetapi sama-sama berkomitmen menjaga keaslian rasa sambil menghadirkan presentasi yang lebih modern.
Pertemuan Dua Chef dengan Visi Kuliner Nusantara Modern
Chef Glenn Erari dikenal melalui eksplorasi kuliner yang terinspirasi dari latar budaya Papua dan Bangka. Ia kerap mengangkat resep tradisional Indonesia dengan teknik memasak kontemporer tanpa menghilangkan karakter asli hidangan.
Sementara itu, Chef Agus Hermawan membangun reputasinya di Belanda melalui interpretasi modern terhadap masakan Indonesia. Ia memadukan teknik internasional, bahan alternatif, dan penyajian artistik untuk memperkenalkan cita rasa Nusantara kepada pasar Eropa.
Kolaborasi keduanya menghasilkan menu eksklusif yang memperlihatkan kekayaan kuliner Indonesia dari berbagai daerah.
Menu Nusantara yang Memikat Selera Warga Eropa
Di Amsterdam, para tamu disuguhkan berbagai hidangan khas Indonesia yang dikemas secara modern. Menu pembuka menghadirkan Roti Abon khas Manokwari, Ayam Pelalah Tartlet dari Bali, dan Tuna Gohu yang terinspirasi dari kuliner Maluku Utara.
Untuk hidangan utama, para pengunjung menikmati Papeda Ikan Kuah Kuning, Bebek Bumbu Hitam, Sate Maranggi Purwakarta, hingga Iga Konro Bakar khas Makassar. Jamuan tersebut ditutup dengan klappertart, dessert khas Manado yang dikenal memiliki tekstur lembut dan rasa kelapa yang khas.
Sementara di Brussels, Chef Glenn menyajikan pangsit udang kalio sebagai amuse bouche, dilanjutkan martabak telur dan batagor sebagai hidangan pembuka. Menu utama terdiri dari ayam opor dan semur brisket yang dipadukan dengan sentuhan modern, sebelum ditutup dengan klappertart sebagai pencuci mulut.
Antusiasme Tinggi Warga Lokal terhadap Masakan Indonesia
Rangkaian acara kuliner tersebut mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Menurut Bram Hendrata, sebagian besar tamu yang hadir berasal dari warga lokal Eropa.
Sekitar 80 persen pengunjung di Amsterdam merupakan masyarakat lokal, sementara diaspora Indonesia hanya menyumbang sebagian kecil dari total tamu. Data tersebut menunjukkan meningkatnya ketertarikan pasar internasional terhadap kuliner Indonesia yang disajikan dengan pendekatan modern.
Bram menilai kolaborasi ini lebih dari sekadar promosi makanan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi jembatan budaya yang memperkenalkan identitas Indonesia melalui pengalaman bersantap yang autentik dan relevan bagi konsumen global.
Kuliner Indonesia Kian Ekspansif di Pasar Internasional
Selain kolaborasi Semaja di Eropa, ekspansi kuliner Indonesia juga terlihat dari pembukaan gerai baru RM Sederhana di Singapura pada akhir Mei 2026.
Restoran Padang legendaris tersebut membuka cabang pertamanya di kawasan North Bridge Road dan langsung menarik perhatian masyarakat setempat. Antrean panjang terlihat sejak hari pertama operasional, menandakan tingginya minat terhadap masakan Indonesia di negara tersebut.
Dalam pengumumannya, RM Sederhana menyebutkan akan menghadirkan lebih dari 100 hidangan khas Indonesia secara bertahap. Pada fase awal, sekitar 30 menu andalan telah tersedia untuk memperkenalkan cita rasa Nusantara kepada konsumen Singapura.
Langkah ekspansi ini memperlihatkan bahwa kuliner Indonesia mulai mendapatkan tempat yang lebih kuat di pasar internasional. Tidak hanya melalui restoran diaspora, tetapi juga melalui kolaborasi kreatif yang menggabungkan tradisi dan inovasi.
Kuliner Nusantara Berpeluang Menjadi Kekuatan Budaya Global
Perkembangan industri kuliner Indonesia di luar negeri menunjukkan peluang besar bagi promosi budaya nasional melalui makanan. Dengan kekayaan resep tradisional, keberagaman rempah, dan kreativitas para chef Indonesia, kuliner Nusantara memiliki modal kuat untuk bersaing di panggung global.
Kolaborasi antara chef Indonesia di berbagai negara menjadi salah satu strategi efektif untuk memperkenalkan identitas bangsa kepada masyarakat internasional. Jika dilakukan secara konsisten, upaya ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi kuliner dunia yang layak diperhitungkan.
baca juga”Cara Buat Puding Roti Kopi Kukus dari Roti Tawar Sisa dan Kopi Instan, Jadi Dessert Enak“